Permohonan maaf itu disampaikan melalui chat palsu melalui WhatsApp bernama Kepala Staf Presiden. Dalam pembicaraan itu, Teten disebut menilai situasi akan gaduh apabila mengabulkan permintaan itu.
Lihat juga:Di Sini Wiranto, Di Sana Wiranto |
"Itu hoax. Saya tidak punya FB dan Twitter sudah ditutup. WA itu juga palsu," ujar Teten melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (28/6).
Besok, mantan Gubernur DKI Jakarta berulang tahun ke-51 tahun. Saat ini, Ahok sedang menjalani hukuman penjara atas perkara penistaan agama di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepala Staf Presiden: Berdasar petunjuk serta arahan Bapak Presiden Jokowi, saya baru saja menelpon Ibu Veronica Tan ( istri Bapak BTP ) untuk menyampaikan permintaan maaf karena pemerintah tidak bisa mengabulkan permohonan - permohonan resmi para pendukung Pak BTP yang masuk ke meja kerja saya, agar pada tanggal 29 Juni besok Pak BTP bisa merayakan ulang tahun di rumah lembang atau kediaman pribadi. Jika pemerintah mengabulkan permohonan tersebut, pasti akan terjadi kegaduhan lagi. Pemerintah juga tak mau campur tangan dalam kasus hukum siapapun. Selain itu Bapak BTP sendiri meng-inginkan situasi kondusif dan tidak membahayakan pendukungnya. Saya pastikan saat ini Pak BTP dalam keadaan sehat walafiat - TenMas"
Sebelumnya, Teten juga pernah menjadi korban pemberitaan palsu. Ia disebut-sebut menjadikan tempat kerjanya, Gedung Bina Graha, menjadi tempat rapat PKI. Perkara ini sedang berproses di Kepolisian.
Tak hanya itu, Teten menyebut, Istana terutama Jokowi kerap dijadikan sasaran empuk pemberitaan palsu. Seperti yang sempat marak pemerintah dianggap antek China dan pro-PKI.