Pedagang minuman di sekitar Masjid Falatehan, Anton, merupakan salah satu saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
Ia melihat pelaku yang diketahui bernama Mulyadi mengeluarkan pisau. Menurutnya, pisau itu berukuran lebih besar dari pisau biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 43 tahun itu mengaku trauma salat isya di Masjid Falatehan lantaran kejadian tersebut. Padahal, ia sudah berdagang di dekat masjid itu sekitar 35 tahun.
Anisyah mengetahui kejadian penusukan anggota Brimob itu dari berita. Hari ini, Anisyah kebetulan melintas di kawasan Blok M. Ia tak sengaja memilih Masjid Falatehan untuk salat magrib.
"Tadi pas mau salat magrib ada ibu-ibu yang lihat saya terus. Walau mungkin dia enggak ada maksud apa-apa, tapi saya curiga dan akhirnya ambil jarak," kata Anisyah.
Anisyah melanjutkan ceritanya. Ketika salat akan dimulai, ada seorang perempuan yang akan salat sedang membawa tas berwarna hitam. Ia merasa tidak nyaman lantaran tahu bahwa pelaku penusukan terhadap anggota Brimob juga membawa tas.
Akibat tusukan itu Dede mengalami luka sobek pada pipi kanan sepanjang 15 cm yang tembus ke bibir atas. Sedangkan Syaiful mengalami luka sobek pada pipi kanan sepanjang 10 cm yang tembus ke dinding pipi dalam.
Mulyadi sempat melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ia akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah diduga berbalik melawan petugas. Mulyadi tewas diterjang timah panas petugas.