Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti menuturkan, Sukiati meminta bantuan sesama penumpang perempuan saat merasakan kontraksi hebat kandungannya saat bus melintasi KM 82 tol Cipali pada pukul 10.40 WIB tadi.
"Ia meminta bantuan penumpang perempuan untuk membantu proses persalinan," ujar Arman, dikutip dari detikcom, Minggu (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat setelah melahirkan, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti yang datang ke tempat persalinan langsung mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Lendra menuturkan usai salat Magrib, ia melakukan patroli rutin menyusuri kepadatan tol Cikampek menuju Jakarta. Ketika itu ia menemukan sebuah bus menepi di pinggir jalan tol, dengan muka para penumpangnya yang panik.
Di kursi tengah, Lendra mendapati seorang perempuan bernama Salamah (30) dalam kondisi mengkhawatirkan, tubuhnya lemas, matanya terpejam.
"Saat saya lihat, ternyata si ibu sudah bukaan tiga. Sebagian kepala bayi sudah keluar. Lalu saya keluar bus mengambil tandu," ujarnya. Setelah melakukan koordinasi, petugas medis dari Dinkes Kabupaten Karawang datang ke tempat persalinan.
Sang ibu kemudian diangkat ke tandu dan dibawa para penumpang untuk keluar dari bus tersebut.
"Si ibu ditandu dari dalam bus hingga keluar. Di luar bus, ibu Salamah langsung diangkut mobil Dokkes dan dibawa ke RS Wira Medika karena alat medis disini kurang lengkap untuk membantu proses persalinan," ujarnya.
Mobil Dokkes kemudian dikawal Polisi Militer (PM) menembus kepadatan tol Cikampek menuju pintu keluar Karawang Timur untuk proses persalinan.
"Sampai di rumah sakit, sekitar 1 jam kemudian bayi Alhamdulillah lahir selamat dengan jenis kelamin perempuan seberat 3,3 kg," ujar pria yang mengaku baru pertama kali membantu proses persalinan.