Koalisi enggan menyebut nama-nama calon komisioner yang terlibat kekerasan seksual. Namun, anggota koalisi Totok Yuliyanto, menjelaskan bahwa kekerasan seksual yang dimaksud di antaranya seperti seorang suami yang memiliki istri kedua tetapi tidak didaftarkan secara resmi di negara dan hanya menikah secara agama.
Kemudian, ada pula informasi yang menyebut salah satu di antara calon anggota komisioner tersebut memiliki hubungan istimewa dengan perempuan lain selain istrinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, wawancara pun dilakukan kepada calon anggota komisioner itu sendiri, kemudian dengan teman atau tetangga mereka dan orang-orang di lingkungan kerjanya.
"Kemudian juga tentang perlindungan istri kedua, bagaimana kalau tidak didaftarkan," tutur Totok.
Ada beberapa indikator penilaian yang dilakukan oleh Koalisi Selamatkan Komnas HAM, yakni independensi, kapasitas dan integritas. Seluruh indikator tersebut dinilai sama pentingnya satu sama lain.
"Sama-sama penting, tapi untuk tingkatan derajat pentingnya lebih diserahkan ke tim Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota komisioner Komnas HAM," jelas Totok.
"Dari 60, tidak ada 1 orang yang baik atau buruk semua. Ini proses awal rekam jejak untuk mencari tahu latar belakang calon," ujar dia.