"Lebih bagus, enggak masalah. Kami kan, kemarin sudah sharing informasi, silahkan melihat bagaimana penyelidikan kepolisian dalam kasus itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/7).
Sejauh ini, kata Argo, penyidik masih menunggu izin tim kedokteran di Singapura untuk memeriksa Novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perlu cek dulu izin dari dokternya, apakah sudah diizinkan apa belum, ya. Nanti kami cek lagi dengan KPK," ujar Argo.
Kepala Bidang HUmas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |
Sebelumnya, Argo menyatakan pihaknya telah selesai melukis sketsa wajah pelaku kasus penyiraman air keras kepada Novel.
Argo mengatakan, ada tiga sketsa wajah berbeda yang dibuat polisi. Sketsa-sketsa wajah tersebut diduga kuat merupakan pelaku teror terhadap Novel.
"Sudah disketsa. Nanti kami konfrontasikan dulu sama saksi," kata Argo kepada wartawan, Kamis lalu.
Ia mengatakan, sketsa itu nantinya bakal digunakan untuk melengkapi keterangan saksi-saksi guna mengetahui identitas pelaku.
Argo mengatakan sketsa wajah tiga orang itu dibuat berdasarkan keterangan para saksi yang melihat posisi pelaku saat melakukan penyerangan. Argo sendiri, diakui dirinya, belum melihat hasil sketsa wajah tersebut.
"Nanti kami lihat dulu itu akurat atau belum. Kalau sudah akurat baru kami cari. Kan, ada berbagai proses maupun cara yang dilakukan penyidik untuk melakukan penelusuran," kata Argo.
Kepala Bidang HUmas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)