Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Bahkan, Syarif menyebut ada juga upaya membenturkan KPK dengan Presiden Joko Widodo.
Laode melihat hal itu dari berbagai tudingan yang dilontarkan sejumlah anggota Pansus Hak Angket terhadap KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar miring, yang menyinggung KPK dan Polri itu sempat terlontar dari mulut anggota Pansus Hak Angket Mukhamad Misbakhun. Politikus Golkar itu menyatakan ada 17 penyidik KPK yang melanggar prosedur pengangkatan.
Selain itu, Pansus Hak Angket KPK juga menyeret Korps Bhayangkara untuk melakukan upaya menjemput paksa terhadap politikus Partai Hanura Miryam S Haryani agar dihadirkan dalam rapat pansus.
Syarif menilai ada maksud terselubung dari Pansus Hak Angket yang kerap membawa-bawa institusi Polri.
"Kelihatannya ingin mengadu KPK dengan pemerintah, mengadu dengan Polri," tuturnya.
Hubungan harmonis KPK-Polri, kata Syarief terbukti dengan sejumlah kerja sama antara KPK dengan Polri. Terutama dalam menindak pelaku korupsi.
Kendati ada upaya membenturkan KPK dengan Polri, Syarif menyatakan siap memberikan klarifikasi atas segala tuduhan miring tak berdasar yang dialamatkan ke KPK.
"Kami akan memberikan klarifikasi ke setiap tuduhan. Selama itu tidak benar. Bila ada kebenaran di dalamnya, itu akan menjadi instrospeksi," katanya.
Lihat juga:Pansus Angket ke Mabes Polri |