Jeremy pun melaporkan tindakan para oknum tersebut ke divisi profesi dan pengamanan (Divpropam) Markas Besar Polri, Senin (17/7). Sehari sebelumnya, Jeremy melaporkan dugaan pidana kekerasan tersebut ke Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat perlakuan seperti itu, Axel langsung berusaha melarikan diri karena mengira sosok yang mencekiknya adalah penjahat atau perampok. Namun, tutur Jeremy, sosok tersebut malah melepaskan tembakan peringatan dan langsung memukuli Axel bersama sekitar empat orang temannya.
Selanjutnya, dia mengatakan, oknum yang diduga anggota Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta itu melakukan penyekapan di dalam sebuah kamar hotel bernomor 2113 dan terus memaksa Axel untuk mengaku sebagai pengguna narkotika. Menurutnya, pemaksaan itu dilakukan oleh delapan orang oknum diduga polisi tanpa barang bukti apa pun.
Selain itu, Jeremy menuturkan, oknum polisi tersebut juga mengambil sejumlah barang yang tengah dikenakan oleh putranya antara lain jam tangan, dompet, sepatu, telepon genggam, dan baju.
"Axel pulang dengan sandal hotel dan dengan baju yang sudah bukan baju dia, handphone sudah tidak ada," ujar Jeremy yang juga melaporkan kehilangan barang itu sebagai pencurian.
Di Mabes Polri, Jeremy melaporkan dugaan tindak penganiayaan dan perampokan yang diduga dilakukan oknum anggota polisi.
"Saya secara pribadi selaku orang tua dan mereka akan berhadapan dengan hukum pidana dan hukum dari profesi mereka sendiri. Ini tujuan saya melaporkan terhadap perlakuan ke anak saya," tutur Jeremy.
Selain itu, dia menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan pihak manajemen dan satuan pengamanan Hotel Kristal.
"Saya juga berencana mempidanakan manajer dan security hotel yang terlibat melakukan pembiaran penyekapan ini."
[Gambas:Video CNN]
(kid/asa)