Atas dasar itu perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu menyadari banyak pihak tak menyukainya.
"Bikin policy [kebijakan] baik kan. Yang saya lakukan mengganggu comfort zone [zona nyaman] orang selama ini mendapat keuntungan besar dengan cara tidak appropriate [pantas]," ujar Susi di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, dua kebijakan Susi dipermasalahkan banyak pihak. Salah satunya adalah larangan nelayan menggunakan cantrang saat mencari ikan. Kebijakan ini dinilai menyusahkan nelayan sebab alat pengganti cantrang belum dibagikan menyeluruh.
Sementara itu, aparat menangkapi nelayan-nelayan yang ketahuan menangkap ikan menggunakan cantrang.
Di sisi lain, Susi juga melarang kapal nelayan transit di tengah laut. Hal ini juga dikeluhkan sebab sejumlah pihak menyebut banyak kapal nelayan Indonesia belum mampu menangkap ikan di kedalaman tertentu sendiri.
Lihat juga:Pro dan Kontra Kebijakan Menteri Susi |
Susi mengatakan, ia bekerja untuk Presiden Joko Widodo sehingga hanya Jokowi yang berwenang mencopotnya. Ia juga meyakini Jokowi memiliki penilaian sendiri terhadap kinerja menterinya. (kid/asa)