Jokowi: Tembak Langsung WNA Pengedar Narkotik di Indonesia

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 21/07/2017 18:52 WIB
Jokowi: Tembak Langsung WNA Pengedar Narkotik di Indonesia Presiden Jokowi instruksikan aparat hukum untuk menindak tegas pengedar dan bandar narkoba dari luar negeri. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintah tegas memerangi narkotik, terutama pengedar yang merupakan warga negara asing. Ketegasan itu diperlukan sebab Indonesia berada dalam situasi darurat narkotik.

"Yang masuk kemudian sedikit melawan, sudah langsung tembak saja. Jangan diberi ampun," ujar Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Jumat (21/7).

Ia menuturkan, setidaknya 18 orang pengedar narkotik telah dihukum mati dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar merupakan warga negara asing. 
Dalam kesempatan sama, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, ada 6 juta penyalahgunaan narkotika di Indonesia saat ini dan 50 orang meninggal setiap harinya sebagai korban narkotika. 


Atas hal itu, ia beserta seluruh kadernya mendukung pemerintah menindak tegas penyalahgunaan narkotika baik pengedar maupun pengguna. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, jajarannya tak segan-segan menindak tegas WNA yang membawa masuk narkotika ke Indonesia. Apabila nekat, polisi tak ragu menembak langsung di tempat. 
Tito berkata, Polri sekarang menargetkan bandar-bandar utama narkotika yang disebut sebagai jantung peredaran barang haram tersebut di Indonesia.

Beberapa hari lalu, empat WN Taiwan disergap ketika hendak mengangkut satu ton sabu dengan dua unit mobil Toyota Innova. Seorang WNA itu ditembak mati. Barang itu diangkut via laut dengan menggunakan perahu bermesin hingga bibir pantai.

Jaringan ini bekerja dengan melibatkan orang Indonesia. Sejumlah WNI dimanfaatkan sebagai fasilitator untuk membantu mencarikan tempat dan kendaraan selama beraktivitas di Indonesia.