Hal itu, kata Imam, masih dipertimbangkan kembali apakah masih perlu atau tidak mendengarkan dulu klarifikasi dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Adhyaksa Dault. Sebelumnya, pemerintah memutuskan menunda pencairan anggaran untuk pramuka hingga Adhyaksa mengklarifikasi dugaan keterkaitan dirinya dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
"Saya sudah mendengar statement-nya. Karena itu sedang kami pertimbangkan lagi," kata Imam di sela kegiatan Paskibraka Nasional di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah sejak tiga minggu lalu saya kirim, jadi untuk apa lagi saya klarifikasi," kata Adhyaksa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (25/7).
Adhyaksa Dault. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Raimuna Nasional
Pramuka Indonesia dalam waktu dekat akan menggelar Raimuna Nasional (Rainas) pada Agustus mendatang.
Kegiatan yang disebutkan bakal diikuti peserta pramuka dari negara lain itu direncanakan dipusatkan di Bumi Perkemahan Cibubur pada 13-21 Agustus 2017. Selain itu, ada juga subkemah di Bogor dan Purwakarta.
"Yang pasti Kita selamatkan pramuka. Pramuka harus steril dari isme-isme, dari isu-isu radicalism," katanya.
"Karenanya, pemerintah pasti akan memberikan dukungan dana kepada Raimuna. Tapi sisi lain, soal HTI, soal khilafah, itu tentu soal lain."
Polemik dugaan keterkaitan Adhyaksa dengan HTI menjadi merebak setelah kehadiran dan pernyataan dirinya dalam kongres HTI di Gelora Bung Karno 2013 silam menjadi viral beberapa waktu lalu. Adhyaksa pun sudah memberikan klarifikasi tentang kehadirannya di sana lewat akun media sosial miliknya.
Adhyaksa Dault. (CNN Indonesia/Safir Makki)