Mereka menduga ada kejanggalan dalam proses penyelidikan oleh Polri yang tak kunjung menemukan titik terang selama 106 hari. Mereka berharap Jokowi mengambil sikap agar pengungkapan kasus Novel tidak lagi berlarut-larut.
Koalisi mendesak presiden bersikap dan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.
Lihat juga:Novel Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim Polri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahnil menduga, lambatnya penanganan kasus Novel bukan karena Polri tidak mampu mengungkap. Dia menilai ada banyak kepentingan di tubuh Polri yang memengaruhi laju pengungkapan kasus Novel.
Novel Baswedan masih menjalani perawatan mata kiri usai disirim air keras. (Dok. Bambang Widjajanto) |
Kepala Lembaga Bantuan Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar menambahkan, Presiden Jokowi perlu mengambil sikap untuk menuntaskan kasus Novel. Ini penting demi menjaga nama baik pemerintahannya.
Terlebih, lanjut Haris, Jokowi memiliki kuasa untuk mengevaluasi kinerja Polri terkait pengungkapan kasus Novel. "Atasannya Kapolri kan presiden. Atasannya KPK juga presiden," kata Haris.
Sebelumnya, Novel menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan masyarakat melalui rekaman vodeo singkat berdurasi dua menit. Video tersebut diunggah Dahnil melalui akun media sosialnya.
Selain berharap agar kejadian yang dia alami tidak mengendurkan semangat rekan-rekannya, Novel juga menyampaikan pesan kuat kepada para penyerangnya.
Novel Baswedan masih menjalani perawatan mata kiri usai disirim air keras. (Dok. Bambang Widjajanto)