"Tidak spesifik Marawi, tapi ada uang yang dia (Bahrumsyah) kasihkan. Sudah beberapa waktu lalu, tepatnya saya enggak tahu," kata Kiagus di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (26/7).
"Sudah terdeteksi dan sudah kami berikan ke Densus 88," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lupa. Memang kalau dia masuk dalam daftar PBB, harusnya sudah. Tapi saya belum pasti," ujar Kiagus.
Lihat juga:Mayat, Pengungsi, dan Dilema Sesudah ISIS |
Penyebaran misi ISIS di Asia Tenggara dipimpin oleh Bahrun Naim dan rekannya, seorang mantan dosen di salah satu universitas Malaysia, Mahmud Ahmad.
Keduanya selama ini disebut menyebarkan propaganda ISIS dan merekrut para pasukan teroris asing yang ingin bergabung dengan ISIS di Marawi.
Dari Januari hingga Maret lalu, Mahmud dilaporkan menerima sekitar US$55 ribu dari Bahrumsyah. Uang itu lantas dikirim Mahmud melalui Western Union untuk jaringannya di Indonesia.
Sementara itu, Pejabat keamanan Filipina mengatakan ISIS kemungkinan telah menyalurkan dana sebesar US$600 ribu kepada Mahmud.