Dalam aksi ke-500 kali ini, beberapa tokoh HAM dijadwalkan hadir termasuk budayawan Franz Magnis Soeseno. Kelompok musik yang punya lagu dengan lirik kritis, Efek Rumah Kaca, juga akan meramaikan acara. Selain itu, dalam aksi kali ini juga akan digelar doa lintas iman.
Aksi Kamisan pertama kali digelar sejak 18 Januari 2007. Kegiatan ini digelar dalam bentuk aksi diam di depan Istana Merdeka menggunakan payung hitam. Pesertanya juga mengenakan pakaian warna gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Kamisan di depan Istana sudah 500 kali digelar. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
"Sampai hari ini, itu kan selalu dikatakan sebagai pelanggaran HAM berat. Pada prinsipnya, eksekutor peristiwa itu sudah dihukum. Tapi kami memahami dan memaklumi ketidakpuasan keluarga korban," kata Mualimin kepada CNNIndonesia.com.
"Belum ada kemajuan aksi 10 tahun dari teman-teman Kamisan. Kami sedih dan prihatin," ujar Komisioner Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron di kantornya, Menteng, Jakarta.
Dalam hasil investigasi Komisi Penyelidikan Pelanggaran (KPP) HAM Tragedi Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, KPP HAM menemukan tindakan pelanggaran HAM menggunakan institusi-institusi teritorial melalui Kodam dan Polda.
KPP HAM juga menemui kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan Kepolisian, termasuk alat-alat kekerasan secara tidak terukur terhadap masyarakat yang didukung dan dilandasi pada kebijakan strategis petinggi TNI dan kepolisian.
Aksi Kamisan di depan Istana sudah 500 kali digelar. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)