Djarot: Jangan Selfie di Simpang Susun Semanggi

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Jumat, 28/07/2017 11:36 WIB
Djarot: Jangan Selfie di Simpang Susun Semanggi Simpang Susun Semanggi akan dibuka untuk umum secara resmi pada 17 Agustus 2017. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menerbitkan sertifikat laik fungsi (SLF) jalan layang non tol (JLNT) Simpang Susun Semanggi.

Djarot mengatakan, sertifikat ini menjadi pertimbangan utama untuk mempercepat uji coba open traffic di Simpang Susun Semanggi, yang awalnya dijadwalkan esok, Sabtu (29/7), menjadi malam ini, Jumat (28/7) sehabis Maghrib.

"Simpang Susun Semanggi sudah lulus uji SLF. Kemarin disampaikan oleh Pak Menteri (Basuki Hadimuljono)," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/7).
Uji coba open traffic ini akan jadi bahan evaluasi Pemda DKI Jakarta terkait perubahan perilaku pengendara kendaraan roda empat dari arah Blok M menuju Bundaran Hotel Indonesia, begitu pula sebaliknya. 


Djarotr pun memperingatkan agar simpang susun ini digunakan warga sebagai jalan raya dan bukan untuk mengambil foto.

"Pesan saya, begitu diuji coba oleh warga, jangan kemudian ketika naik ke atas, lalu berhenti untuk selfie, ya. Bahaya," ujar Djarot.

Djarot juga menyebutkan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan jelang peresmian pada 17 Agustus mendatang.

"Terutama pemasangan markanya, rambu-rambu lalu lintasnya, trotoarnya dan taman-taman di sekitarnya. Dengan begitu, insyaallah saat diresmikan presiden pada 17 Agustus mendatang, Simpang Susun Semanggi sudah betul-betul siap," katanya.
Simpang Susun Semanggi merupakan salah satu mega proyek milik Pemprov DKI Jakarta yang dibangun pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Peletakan batu pertama dilakukan pada 8 April 2016.

Proyek ini menghabiskan dana sebesar Rp 345,067 miliar. Dibiayai dari dana kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada, salah satu anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Lintasan pertama memiliki panjang 796 meter yang akan menghubungkan Gatot Subroto ke arah Bundaran Hotel Indonesia. Sementara lintasan kedua yang menghubungkan Grogol menuju Blok M memiliki bentang 826 meter.