Wiranto Ajak Negara Kawasan Keroyok ISIS di Marawi

Patricia Diah Ayu, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 14:26 WIB
Wiranto Ajak Negara Kawasan Keroyok ISIS di Marawi Militer Filipina hingga kini belum berhasil menyapu kelompok bersenjata di Marawi yang berbaiat pada ISIS. (Reuters/Romeo Ranoco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan akan mengajak negara-negara di kawasan untuk mengeroyok basis ISIS di Marawi, Filipina Selatan.

"Saya kemarin dari Manado, mengajak teman-teman dari Australia, New Zealand, Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, untuk bersama-sama keroyok basis ISIS baru di Marawi, Filipina Selatan," kata Wiranto di Jakarta, Senin (31/7).

Wiranto merujuk pada acara pertemuan dengan enam negara terkait terorisme lintas perbatasan di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (29/7).


Wiranto menyebut basis ISIS di Marawi tersebut sebagai konsep pemindahan pusat ISIS di Suriah yang telah dihancurkan.

"Itu merupakan konsep pemindahan pusat ISIS di Suria yang telah digempur semua oleh Negara sekutu maka mereka mencoba untuk masuk ke konsep divergen," ujarnya.

Sebelumnya di Manado Wiranto mengatakan membuka peluang Indonesia bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk membantu Filipina menyerang militan ISIS di Marawi.

"Bukan satu hal yang tidak mungkin jika kita menghadapi (dengan melakukan serangan) secara bersama-sama di Marawi. Tapi butuh satu langkah lagi," kata Wiranto usai pertemuan enam negara terkait terorisme lintas perbatasan di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (29/7).

Dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, pertemuan di Manado tersebut menghasilkan lima kesepakatan dalam upaya penanggulangan terorisme lintas negara.

Pertama, pembentukan forum tentang FTF dalam rangka memperkuat kerjasama information sharing dan kerjasama antara penegak hukum dan badan intelijen.

Kedua, dorongan kerjasama di antara enam negara dan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memberikan layanan media sosial, video file sharing dan messaging.

Ketiga, studi komparatif hukum terkait terorisme yang berlaku di masing-masing negara. Keempat, penguatan kerjasama antara lembaga untuk penanggulangan kegiatan pendanaan kegiatan terorisme.
Militer Filipina terlibat pertempuran dengan kelompok Maute yang berafiliasi ke ISIS dan kini dikhawatirkan kelompok ini akan menyebar ke wilayah Asia Tenggara.Militer Filipina terlibat pertempuran dengan kelompok Maute yang berafiliasi ke ISIS dan kini dikhawatirkan kelompok ini akan menyebar ke wilayah Asia Tenggara. (Reuters/Erik De Castro)
Terakhir, peningkatan kerjasama diantara badan imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.

“Pertemuan ini juga menyepakati bahwa akan ada pertemuan sub-regional selanjutnya yang akan diselenggarakan pada tahun 2018,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Filipina selatan telah dilanda pemberontakan dan kejahatan selama beberapa dekade terakhir, namun intensitas pertempuran di Marawi dan kehadiran pasukan asing yang membantu militan lokal membuat sejumlah pihak khawatir kota ini akan menjadi pusat ISIS di Asia Tenggara.

Para militan dari Malaysia dan Idonesia yang sama-sama bermayoritas Muslim diketahui turut bertarung di Marawi.