Saat memberikan sambutan pembukaan acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Hanura di Bali, Jumat (4/8), Jokowi menyinggung dua menterinya terkait kinerja dan capaian pembangunan.
Saat itu, Jokowi menyampaikan soal pentingnya pembangunan sumber daya manusia setelah program infrastruktur yang kini tengah dikerjakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi kemudian menggambarkan kondisi saat ini di mana pendidikan vokasi dan jurusan di perguruan tinggi yang cenderung monoton dan tidak ada perubahan.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, jika tidak ada semangat untuk berubah dan membuat terobosan baru, maka ada potensi bangsa Indonesia bisa semakin tertinggal dalam persaingan global.
Untuk itu, Jolowi mengaku selalu mengingatkan para menterinya untuk mengganti regulasi yang menghambat dengan regulasi baru yang lebih fleksibel.
"Mendikbud, Mendikti itu sangat harus sangat responsif terhadap perubahan-perubahan yang ada di global maupun perubahan-perubahan yang kita hadapi di negara kita," ujar Jokowi.
Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah menegur sejumlah menteri Kabinet Kerja. Beberapa di antaranya karena peraturan yang dikeluarkan menteri dianggap menghambat iklim investasi. Alasan lainnya terkait kebijakan strategis pemerintah.
Salah satu pembantu presiden yang kena sentil adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Lalu ada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang juga kena kritik dari Jokowi.