Mereka menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak pernah adil menegakkan hukum di tanah Papua, dan meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penembakan warga di Deiyai.
Pantauan CNNIndonesia.com, aksi massa dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Massa bergerak dari markas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jalan Gondangdia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari ini, kami warga Papua Barat, kami datang ke kota ini, tempat yang kami anggap adalah tempat kolonial bagi warga Papua Barat. Hidup rakyat sisa-sisa," seru Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Paniai, Eki Gobay dari atas mobil komando.
"Anda harus menghargai kami sebagai manusia, kami tahu, dia orang berteriak keadilan pasti akan dipenjarakan, dibuhuh," kata Eki.
Warga Papua menggelar Long March di Jakarta menuntut penuntasan kasus penembakan Deiyai. (CNN Indonesia/Mesha Mediani) |
Bentrok bermula ketika seorang warga meminta bantuan karyawan PT Putra Dewa Paniai untuk mengantar orang sakit.
Warga tersebut mendatangi kamp karyawan yang sedang membangun proyek Jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi.
Tak lama kemudian, warga yang meminta bantuan kembali datang dan mengatakan orang yang sakit telah meninggal dunia.
Tidak adanya niat membantu dari pihak perusahaan membuat warga mengamuk dan membongkar kamp perusahaan.
Selang beberapa lama, pasukan bersenjata lengkap dari satuan Brimob Polres Paniai turun ke lokasi dan membubarkan paksa warga dengan tembakan timah panas.
Seorang warga bernama Yulianus Pigai tewas dengan luka tembak. Yulianus tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit pascakerusuhan.
Warga Papua menggelar Long March di Jakarta menuntut penuntasan kasus penembakan Deiyai. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)