Bentrok dengan Polisi, Empat Warga Deiyai Papua Tertembak

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 01/08/2017 21:51 WIB
Bentrokan bermula dari aksi massa yang memprotes sebuah perusahaan yang dinilai mengabaikan keselamatan seorang warga setempat. Ilustrasi penembakan. (Thinkstock/hurricanehank)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat orang warga Kabupaten Deiyai, Papua, tertembak di tengah aksi amuk massa di kamp pembangunan jembatan di Kali Oneibo, Distrik Tigi Selatan, Selasa (1/8).

Abeth Youw salah seorang warga di Deiyai mengatakan kericuhan itu terjadi berawal dari warga yang tak terima dengan pengabaian perusahaan pembangun jembatan di Oneibo.

"Ada seorang warga yang tenggelam di Kali Oneibo, lalu dia diselamatkan masyarakat dalam kondisi kritis. Lalu warga meminta bantuan kendaraan ke perusahaan untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi, perusahaan tak memberi bantuan. Akhirnya salah seorang kawan ke Waghete untuk mencari kendaraan seorang kawan," kata Abeth saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (1/8).


Setibanya di rumah sakit, warga tersebut meninggal. Hal itu, kata Abeth, membuat warga kesal dan mendatangi perkemahan pembangunan jembatan.

Warga yang emosi lalu merusak pos tersebut. Menanggapi kejadian tersebut ke anggota brimob serta Polsek Tigi menghampiri lokasi untuk mengamankan.
Dalam pengamanan tersebut, polisi melepaskan tembakan yang menyebabkan tiga warga kritis terkena peluru.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris besar Ahmad Kamal Musthofa mengatakan aparat terdesak oleh warga yang mengamuk.

Kamal mengatakan, saat masyarakat mengamuk di kamp pembangunan jembatan, Manager PT PUTRA DEWA PANIAI atas nama Aldi melapor ke anggota brimob yang diperbantukan di Polsek Tigi. Komandan Pleton Brimob Inspektur Satu Aslam Djafar lalu melapor ke Polsek Tigi.

Kemudian anggota gabungan Polsek Tigi sebanyak delapan orang dan sembilan anggota Brimob dipimpin Kapolsek Tigi Inspektur Satu HM Raini dan Aslam Djafar bersama karyawan berangkat menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tindakan persuasi dilakukan.
"Setelah tak mau mendengarkan imbauan, masyarakat marah dan menyerang petugas. Bahkan kaca patroli mobil polsek  pecah. Lalu dilepas tembakan peringatan. Karena terdesak aparat brimob menembak ke arah tanah dan mengenai empat warga," kata Kamal kepada CNNIndonesia.com.

"Empat warga masyarakat yang terkena peluru karet saat masih di rawat di RSUD Deiyai, Kapolres juga saat ini masih di Polsek."

Lebih lanjut, Ahmad Kamal menyatakan situasi dan kondisi di Oneibo saat ini sudah aman dan kondusif. 

"Bupati, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, dan masyarakat jam 8.30 besok akan bertemu untuk menyelesaikan masalah ini," kata Kamal.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK