Warga Papua Demo Tuntut Penuntasan Kasus Deiyai

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Selasa, 08/08/2017 13:18 WIB
Warga Papua Demo Tuntut Penuntasan Kasus Deiyai Warga Papua menggelar aksi menuntut pemerintah mengusut tuntas insiden Deiyai. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Papua yang tergabung dalam Solidaritas Hak Asasi Manusia Deiyai West Papua menggelar aksi solidaritas bersama Paguyuban Mahasiswa Papua Barat di Jakarta, Selasa (8/8).

Mereka menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak pernah adil menegakkan hukum di tanah Papua, dan meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penembakan warga di Deiyai.

Pantauan CNNIndonesia.com, aksi massa dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Massa bergerak dari markas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jalan Gondangdia.

Massa kemudian memulai long march melewati kawasan Tugu Tani, dan stasiun Gambir. Aksi yang dikawal ketat petugas Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat berpusat di kawasan Monas.

"Pada hari ini, kami warga Papua Barat, kami datang ke kota ini, tempat yang kami anggap adalah tempat kolonial bagi warga Papua Barat. Hidup rakyat sisa-sisa," seru Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Paniai, Eki Gobay dari atas mobil komando.

"Kami tahu dan sadar, Indonesia memusnahkan orang Papua, lihat sendiri caranya. Kami merasa kami bukan bagian dari Indonesia lagi," ujarnya.
Eki meminta pemerintah Indonesia bertindak adil terhadap warga Papua.

"Anda harus menghargai kami sebagai manusia, kami tahu, dia orang berteriak keadilan pasti akan dipenjarakan, dibuhuh," kata Eki.
Warga Papua Gelar Long March Tuntut Penuntasan Kasus DeiyaiWarga Papua menggelar Long March di Jakarta menuntut penuntasan kasus penembakan Deiyai. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Selain menuntut keadilan, mereka juga menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas bentrok warga dengan aparat keamanan di Deiyai, Selasa (1/8).

Bentrok bermula ketika seorang warga meminta bantuan karyawan PT Putra Dewa Paniai untuk mengantar orang sakit.

Warga tersebut mendatangi kamp karyawan yang sedang membangun proyek Jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi.
Namun, karyawan tersebut menolak membantu karena kondisi orang yang sakit dianggap sudah sekarat. Mereka takut disalahkan jika nantinya orang tersebut meninggal dalam perjalanan.

Tak lama kemudian, warga yang meminta bantuan kembali datang dan mengatakan orang yang sakit telah meninggal dunia.

Tidak adanya niat membantu dari pihak perusahaan membuat warga mengamuk dan membongkar kamp perusahaan.

Selang beberapa lama, pasukan bersenjata lengkap dari satuan Brimob Polres Paniai turun ke lokasi dan membubarkan paksa warga dengan tembakan timah panas.

Seorang warga bernama Yulianus Pigai tewas dengan luka tembak. Yulianus tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit pascakerusuhan.