Menurut Jokowi, kritik masyarakat akan semakin sering diterima pegawai negeri kedepannya. Sebabnya, ekspektasi masyarakat atas kualitas pelayanan publik semakin tinggi.
"Sekarang mereka tidak ragu untuk mendebat, kritik, atau protes jika menurut masyarakat layanan yang didapatkan tidak memuaskan atau lamban. Jadikan kritik masyarakat sebagai bahan untuk perbaikan, bahan melakukan reformasi birokrasi di lingkungan saudara-saudara bertugas," ujar Jokowi kala melantik 2.014 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIV di Jatinangor, Selasa (8/8).
Lihat juga:Gejala Anti-Kritik Rezim Jokowi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Survei internasional juga menunjukan tingginya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, ini harus kita jaga. Indonesia menempati posisi pertama dari pada Swiss dan lebih tinggi dari negara maju yang lain," ujarnya.
Lihat juga:Simbiosis Mutualisme Dukungan Politik Jokowi |
Lihat juga:Guyon Jokowi soal Diktator di Kuis Sepeda |
"Pamong praja muda ini sesuai arahan Presiden dan Mendagri setelah wisuda kemarin dan pelantikan hari ini ditempatkan di desa, daerah penugasan seluruh provinsi di perbatasan desa pulau terluar," kata Rektor IPDN Ermaya Suryadi. (gil)