Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kruskidho Ambardi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/8).
“Semacam meringankan, istilahnya membelokkan sesuatu yang substantif menjadi masalah yang terbuka. Membalikkan tuduhan dengan lunak dan humor. Itu respon yang cerdas dan serius. Itu caranya cerdas,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Guyon Diktator Bentuk Power Jokowi' |
“Sebetulnya ini perang wacana. Seperti presidential threshold 20 persen, itu normal di mana-di mana. Itu bukan soal yang penting, tapi soal tawar menawar di publik. Jadi olok-olok itu untuk menawar posisi,” bebernya.
Presiden Jokowi lambat lain belajar dari pengalaman sehingga dinilai dapat mengimbangi permainan politik lawan. (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto) |
“Jadi ini permainan politik dibalas dengan retorika politik. Bermain hati publik dengan teknik retorika dan persuasif. Jadi tidak ada sesuatu yang mencirikan diktator,” katanya menegaskan.
Guyonan diktator itu disampaikan Jokowi kala bersama anak-anak muda di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8), membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017.
Saat berkomunikasi dengan anak-anak muda, Jokowi menegaskan dirinya bukan seorang diktator. Jokowi bahkan mempertanyakan kritikan lawan politiknya dengan menyebut wajahnya bukan wajah seorang diktator.
Lihat juga:Guyon Jokowi soal Diktator di Kuis Sepeda |
"Presiden Jokowi sekali lagi hendaknya tidak antikritik. Bagaimanapun jangan anggap semua kehidupan masyarakat sdh berjalan baik-baik saja tanpa perlu dikoreksi sedikitpun. Ingat daya beli masyarakat, pengangguran, kemiskinan, dan berbagai problem bangsa masih terus terjadi," kata Didi Irawadi dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (29/7).
Dalam siaran tersebut, Didi menegaskan SBY sebagai mantan presiden ke-6 RI, yang terpilih dua kali, adalah mantan pemimpin negara yang sarat pengalaman dan memiliki legitimasi memberikan serta masukan demi kemaslahatan bangsa Indoensia.
Didi pun mengklaim SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat tersebut sebagai sosok yang cinta demokrasi. Atas dasar itu, SBY disebutnya tidak pernah anti kritik, sekalipun itu dinilai keras bahkan berlebihan.
Lihat juga:Simbiosis Mutualisme Dukungan Politik Jokowi |
Presiden Jokowi lambat lain belajar dari pengalaman sehingga dinilai dapat mengimbangi permainan politik lawan. (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)