Menurut Syafruddin, KPK tetap menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi. Karenanya, dia mengklaim Densus Antikorupsi tak akan menyalip atau menjadi pesaing bagi KPK.
"Satu catatan Densus (Antikorupsi) bukan menjadi rival KPK, justru back up KPK. KPK tetap leader," kata Syafruddin usai menghadiri acara Wisuda Purnawira Pejabat Tinggi Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Densus (Antikorupsi) adalah elemen back up memperkuat terhadap KPK. Karena KPK sudah dipercaya publik, jadi jangan dibenturkan," tutur jenderal bintang tiga itu.
Wacana pembentukan Densus Antikorupsi sempat menuai kritik. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradilla Caesar mengatakan, wacana pembentukan Densus Antikorupsi Polri dinilai tak akan berdampak terlalu signifikan pada pemberantasan korupsi.
Lihat juga:Percaya Densus Antikorupsi, Percaya Polri |
"Banyak perkara di kepolisian yang tidak jelas perkembangannya. Ini menjadi pertanyaan, apakah perkara korupsi di polisi nantinya bisa selesai?" ujar Aradilla.