Hal itu disampaikan oleh Luhut dalam wawancara program AFD Now CNN Indonesia pada 4 Agustus lalu dengan judul 'Jenderal' di Segala Medan. Menteri tersebut diwawancarai oleh pembawa acara AFD Now, Alfito Deannova.
Terkait dengan reklamasi, Alfito mengonfirmasi apakah sikap Luhut untuk meneruskan proyek reklamasi terkait dengan kepentingan China. Luhut pun menjawab dengan pernyataan yang tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengatakan dirinya menantang pihak-pihak yang tak setuju proyek reklamasi untuk datang dan membawa data.
[Gambas:Youtube]
Gubernur Jakarta Terpilih
Dalam program itu, Alfito juga menanyakan soal sikap Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan yang menentang proyek reklamasi tersebut. Diketahui, Anies dalam kampanyenya selalu menyatakan pihaknya menentang proyek reklamasi di Teluk Jakarta.
Terkait dengan itu, Luhut menegaskan dirinya mempersilakan Anies memperlihatkan sikap resistensi terhadap proyek tersebut. “Silakan saja tunjukkan resistensinya di mana. Saya enggak ada urusan,” tegasnya.
Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said sebelumnya mendukung langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pengesahan dua rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi Teluk Jakarta. Dua rancangan itu dinilai akan memuluskan proyek raksasa reklamasi itu.
"Saya kira DPRD bersikap bijak untuk menunda (pengesahan raperda) itu," kata Sudirman saat ditemui di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta Pusat, awal Agustus.
Aktivis Lembaga Bantuan Hukum, Nelson Nikedemus Simamora mengatakan, pihaknya atas nama nelayan Jakarta Utara dengan tegas menolak pembahasan kedua Raperda ini.
Lihat juga:Walhi Boikot Sidang Uji Amdal Pulau G |
"Kami tolak (Raperda), bagaimana bisa sebuah aturan tidak melibatkan masyarakat terdampak dalam pembuatannya," kata Nelson.