Teroris Serpong Galang Dana Lewat Pendekatan Personal
Martahan Sohuturon | CNN Indonesia
Sabtu, 12 Agu 2017 08:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria berinisial SPT (39), terduga teroris yang ditangkap di Cluster Melia Grove, komplek perumahan premium Graha Raya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, berperan mencari dana untuk mengirimkan orang ke Suriah dan Filipina.
SPT melakukan pendekatan secara personal atau person to person saat menggalang dana.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, SPT menggunakan dana yang berhasil dikumpulkan untuk mengirim orang ke negara yang dikenal sebagai basis kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"(SPT) mengajak orang untuk berbagi dananya, kemudian mengirimkan kepada orang-orang atau membekali yang berangkat dengan uang dari dana itu," kata Martinus saat dikonfirmasi, Jumat (11/8).
Martinus menjelaskan, SPT mendatangi calon donatur secara langsung sambil menyebarkan paham radikal.
Dia melanjutkan, calon donatur yang telah terdoktrin paham radikal langsung diminta untuk mendonasikan sejumlah uang guna membantu keberangkatan orang-orang ke Suriah dan Filipina.
"(SPT) minta sumbangan, mengumpulkan, dan memberangkatkan mereka yang mau ke Filipina dan Suriah, di mana itu tujuan aksi-aksi terorisme," tutur Martinus.
Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap SPT saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah dengan sepeda motor di depan pos petugas keamanan, Cluster Melia Grove.
Dari rumah yang dikontrak SPT, Densus 88 mengamankan barang dan dokumen sebanyak empat boks.
(ugo/gil)
SPT melakukan pendekatan secara personal atau person to person saat menggalang dana.
"(SPT) mengajak orang untuk berbagi dananya, kemudian mengirimkan kepada orang-orang atau membekali yang berangkat dengan uang dari dana itu," kata Martinus saat dikonfirmasi, Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, calon donatur yang telah terdoktrin paham radikal langsung diminta untuk mendonasikan sejumlah uang guna membantu keberangkatan orang-orang ke Suriah dan Filipina.
Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap SPT saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah dengan sepeda motor di depan pos petugas keamanan, Cluster Melia Grove.
Dari rumah yang dikontrak SPT, Densus 88 mengamankan barang dan dokumen sebanyak empat boks.