Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengonfirmasi kepulangan tersebut. Mereka dijemput di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, dengan nomor penerbangan QR 956, Sabtu (12/8).
"Telah dilakukan penjemputan terhadap 18 WNI yang melarikan diri dari kelompok militan ISIS di Suriah, yang bersangkutan tiba di Indonesia pada pukul 15.45 WIB," kata Rikwanto.
Identitas kedelapan belas WNI yang telah kembali itu bernama Lasmiati, Muhammad Saad Al Hafs, Mutsanna Khalid Ali, Difansa Rachmani, Muhammad Habibi Abdullah, Muhammad Ammar Abdurrahman, Dwi Djoko Wiwoho, Fauzakatri Djohar Mastedja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di Indonesia, rombongan deportan tersebut kemudian dibawa ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Sentul, Bogor. Mereka diserahkan dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Kepala BNPT Suhardi Alius dan Densus 88 Antiteror untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, belasan WNI itu melarikan diri dari ISIS di Raqqa, Suriah, ke Irbil, Irak. Sebelum dievakuasi ke Irak, mereka yang terdiri dari perempuan, anak-anak serta laki-laki dewasa kabur keluar Raqqa dan diamankan salah satu faksi Kurdi di Suriah.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal sempat mengatakan, pihaknya melakukan komunikasi dengan belasan WNI dan sejumlah pihak di Suriah dalam proses pemulangan tersebut.
Selain melakukan upaya kemanusiaan, tuturnya, pemerintah juga terus melakukan peninjauan risiko atau risk assessment terhadap belasan WNI tersebut.