"Mohon maaf, waktu kemarin saya bela presiden saya, mungkin sudah baca diviral media sosial. Yang saya bilang presiden dibilang diktator, saya bilang sama beliau lalu buat apa termasuk saya susah-sudah buat reformasi. Sekarang langsung dibilang diktator, saya bilang orang itu pengecut," kata Mega saat diskusi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Selatan, Selasa (15/8).
Mega kesal dengan pernyataan orang-orang di media sosial yang melabeli Jokowi sebagai diktator. Mantan presiden itu meminta orang yang mengritik Jokowi di media sosial untuk datang dan bicara secara langsung. Jangan hanya berani di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu syarat penerbitan perppu adalah negara dalam keadaan berbahaya dan mendesak. Mega pun bertanya kepada peserta yang hadir bagaimana bila negara dalam keadaan bahaya sehingga harus diterbitkan perppu. Ia juga sempat bertanya kepada Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Letjen (Purn) Agus Widjojo.
Lihat juga:AHY Nilai Jokowi Bukan Diktator |
Sebelumnya, Jokowi menegaskan tidak ada kekuasaan mutlak atau diktator di Indonesia.
"Merujuk konstitusi kita, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi seperti diktator. Konstitusi memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara dan bisa saling mengontrol, saling mengawasi," katanya di Surakarta, Rabu (9/8) seperti dikutip dari Antara.