Mengenal Kombes Jhonny, Ajudan Jokowi Asal Papua

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 19:17 WIB
Komisaris Besar Jhonny Edison Isir merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian dan lulusan University of Wollongong Australia. Komisaris Besar Jhonny Edison Isir (kiri) dipilih mengisi jabatan ajudan Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memiliki ajudan baru dari korps Bhayangkara. Komisaris Besar Jhonny Edison Isir didaulat mengisi jabatan tersebut. Dia adalah putra daerah asal Papua.

Jhonny merupakan perwira menengah Polri yang lahir di Jayapura, Papua, pada 7 Juni 1975. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau. Jhonny dianggap berpengalaman di bidang reserse.

Ayah dua anak ini pernah mengemban amanat sebagai dosen utama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK).


Jhonny merupakan peraih penghargaan Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1996. 
Berdasarkan catatan Wikipedia, pria 42 tahun ini mengawali kariernya di Polri sebagai Perwira Samapta (Pamapta) Polres Dili, Timor Timur pada 1997.

Dia kemudian dipercaya menjadi Kepala Satuan Serse Polres Masiana Timor Timur di tahun berikutnya. Di Kota yang sama, Jhonny diangkat sebagai Kasat Shabara Polres Dili pada 1999.

Jhonny kemudian ditugaskan menjadi Kepala Bagian Operasi Serse Polres Surabaya Utara, Polda Jatim. Pada 2011, dia sempat menjabat posisi Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim.
Setahun berikutnya, Jhonny dipercaya bertugas di tanah kelahirannya. Dia didaulat menjabat sebagai Kasubdit III Tipikor Dirtreskrimsus Polda Papua.

Pada 2013, Jhonny menduduki jabatan Kapolres Jayawijaya. Tahun berikutnya, dia menjabat posisi Kapolres Manokwari. Sementara pada 2016, dia mengisi posisi wakil direktur reserse kriminal umum Polda Banten.

Mengenal Kombes Jhonny, Ajudan Jokowi Asal PapuaKomisaris Besar Jhonny Edison Isir (kiri) mengawal Presiden Jokowi di sidang paripurna DPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian merekomendasikan Jhonny sebagai ajudan Jokowi karena kinerjanya dinilai baik. Selain meraih Adhi Makayasa, kata Tito, Jhonny merupakan lulusan Master Transnational Crime Prevention, University of Wollongong Australia.

"Anaknya pintar, pengalaman di Jawa sudah, di Jawa Timur sudah. Di Papua pernah jadi Kapolres di Gunung Wamena dan Manokwari, dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi bisa dikelola dengan baik," kata Tito.
Menurut Tito, pemilihan Jhonny sebagai ajudan presiden karena didasari permintaan Jokowi yang ingin memiliki pengawal asal Papua. Tito menilai, terpilihnya Jhonny sebagai ajudan akan membangkitkan kepercayaan diri masyarakat Papua untuk bersaing meningkatkan etos kerja.

"Untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih," ujar Tito.