Putra Papua Jadi Ajudan Jokowi, Kapolri Sebut Bersejarah

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 17:45 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai pemilihan Komisaris Besar Jhonny Edison Isir sebagai ajudan Jokowi akan membangkitkan semangat masyarakat Papua. Ajudan Jokowi dari Polri, Komisaris Besar Jhonny Edison Isir (belakang) saat mendampingi presiden. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian menyampaikan, untuk pertama kali seorang putra Papua menjadi ajudan presiden. Komisaris Besar Jhonny Edison Isir yang merupakan putras asli Papua, diangkat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.

"Dia sudah mulai menjabat semenjak kemarin, tadi sudah tampil di DPR waktu pidato kenegaraan di belakang beliau. Ya, mudah-mudahan secara pribadi, ini satu sejarah. Sejarah pertama kali orang Papua bisa menjadi ajudan presiden," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (16/8).

Tito menjelaskan, Jokowi tertarik pada putra Papua lantaran melihat salah seorang ajudannya yang juga berasal dari Papua. Jokowi bertanya bagaimana kinerja ajudannya itu. Tito menjelaskan, ajudannya sangat baik dalam bekerja.
Sejak itu, kata Tito, Jokowi minta dicarikan ajudan asal Papua. Tito merekomendasikan Jhonny, angkatan 1996 peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik dan lulusan Master Transnational Crime Prevention University of Wollongong Australia.


"Anaknya pintar, pengalaman di Jawa sudah, di Jawa Timur sudah. Di Papua pernah jadi Kapolres di Gunung Wamena dan Manokwari, dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi bisa dikelola dengan baik," kata Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjelaskan, Jokowi sudah hampir tujuh bulan belum menentukan ajudan dari Polri. Padahal Polri sudah mengirimkan tiga calon yang lulus dalam tes ajudan. Namun untuk ajudan, keterikatan satu sama lain juga penting.
"Untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih. Terpilih dalam bidang semua hal, kesehatan, jasmani, psikologi, kecerdasan dan chemistry. Chemistry ini yang susah," kata Tito.

Tito menilai pemilihan Jhonny sebagai ajudan akan membangkitkan semangat masyarakat Papua. Jhonny sebagai masyarakat minoritas dari daerah terpencil membuktikan bahwa dia mampu. Tito berharap putra dari berbagai daerah percaya diri untuk bersaing.