Rachmawati: Ada Gerakan Sistematis Hadapkan Agama dan Budaya

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 17/08/2017 12:28 WIB
Rachmawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai upaya sistematis menghadap-hadapkan agama dan budaya. Hal itu, kata dia, juga terjadi di ranah politik. Rachmawati Soekarnoputri masih tetap kritis terhadap pemerintahan Joko Widodo. (Detikcom/Rengga Sencaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri mengatakan saat ini ada upaya sistematis yang menghadapkan antar agama dan budaya. Pernyataan itu ia sampaikan saat amanat upacara Dirgahayu Republik Indonesia di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta.

"Ada gerakan sistematis untuk hadapkan antar agama dan antar budaya. Ini dulu dikenal dengan pertentangan antar kelas yang dibawa oleh komunis," kata Rachmawati di UBK, Jakarta Pusat, Kamis (17/8).
Rachmawati menjelaskan hal seperti itu tidak bisa dibiarkan terjadi. Masyarakat Indonesia harus kembali pada dan Undang-Undang Dasar (UUD 45).

Anak Presiden Soekarno itu melihat perpecahan bukan hanya terjadi antar agama atau budaya. Tapi juga terjadi di ranah politik Indonesia.


"Politik pecah belah di bangsa sendiri. Kita seperti diporak-porandakan bahkan dikelompokkan," kata Rachmawati.
Rachmawati kembali mengingatkan kemerdekaan harus dijaga karena kemerdekaan bukan merupakan pemberian dari pihak mana pun. Melainkan diperebutkan dengan perjuangan yang luar bisa.

Mengutip perkataan ayahnya, Rachmawati mengatakan bahwa kemerdekaan hanya sebagai jembatan emas. Dengan jembatan emas itulah seharusnya Indonesia membangun masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan diridhoi Allah.

"Kita harus bangun jiwa raga untuk mempertahakan bangsa kita. Tidak bisa hanya TNI dan lain-lain tanpa bahu-membahu dengan rakyat untuk pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK