Kepala LP Klas IIB Tulungagung Erry Taruna mengaku sudah membuka semua pintu kamar tahanan dan mengajak ketiga napi ikut seremoni upacara bendera memperingati Kemerdekaan ke-72 RI, namun mereka memilih berada di sel.
"Kami belum bisa tarik secara menyeluruh untuk mengikuti kegiatan ini, apalagi salah satunya baru pindahan warga binaan pindahan dari Tuban. Jadi belum bisa wajib ikut. Mau ikut silakan, tidak ikut tidak apa-apa, terserah mereka," katanya, di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (17/8) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangankan mengikuti upacara dan menghormat bendera merah putih bersama warga binaan lain, ketiga napi bernama edi Fahrizal, Ridwan Sungkar, dan Noim Baasyir itu bahkan belum bersedia mengikuti program deradikalisasi yang ditawarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Upacara bendera di LP ini secara umum berjalan lancar dan hanya ketiga napi terorisme itu yang tidak ikut, dari total 290 narapidana di LP ini.