"Saya mengajukan diri dari pimpinan ikut, selain pimpinan yang lain tentunya juga langsung tidak langsung ikut," kata Saut saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (17/8) malam.
Menurut Saut, tim gabungan Polri-KPK diharapkan dapat mengungkap pelaku dan dalang penyiraman air keras ke Novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi belum menyampaikan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel, meski sudah memeriksa Noel di Singapura, beberapa waktu lalu.
"Novel berjiwa besar untuk tidak bikin kegaduhan, itu harus kalian garis bawahi," tuturnya.
Tim Independen
Saut melanjutkan, keinginan sejumlah pihak untuk mendorong pembentukan tim independen pencari fakta untuk mengungkap kasus Novel tidaklah relevan. Dia kurang sepakat dengan pembentukan tim independen itu.
Menurutnya, berkaca dari keberadaan beberapa tim pencari fakta yang dibentuk sebelumnya dalam menangani sebuah kasus, tim independen tidak maksimal mengungkap sebuah kasus.
"Tim independen saya tidak melihat itu relevan, karena itu nanti, banyak perjalanan bangsa kita, tim-tim seperti itu yang akhirnya, yang vocal poin-nya tetap penegak hukum," kata Saut.
Menurut Saut, kasus penyerangan Novel Baswedan harus dibawa ke pengadilan. "Penyidikan sebaiknya kita pakai KUHAP saja," katanya.