Jelang Pelarangan Motor, Armada Transjakarta Belum Ditambah

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 24/08/2017 06:25 WIB
Jelang Pelarangan Motor, Armada Transjakarta Belum Ditambah Dirut PT Transjakarta menilai jumlah armada bus koridor 1 masih cukup melayani kemungkinan lonjakan penumpang saat pelarangan motor diterapkan di Sudirman. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (PT Transjakarta) Budi Kaliwono menyatakan, hingga saat ini jumlah armada bus Transjakarta Koridor 1 masih cukup melayani kemungkinan lonjakan penumpang saat pelarangan motor sepanjang Senayan-Sudirman-Bundaran HI diterapkan per 12 September nanti.

"Masih lama, kan. Kami siapkan busnya. Bus koridor 1 kami lihat masih cukup, tidak perlu tambah bus sementara ini," kata Budi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/8).

Budi memperkirakan jumlah armada bus Transjakarta koridor 1 khusus melayani rute Blok M-Kota berjumlah 60 unit. Namun, jika dihitung dengan bis pelayan rute lain seperti Monas-Ragunan, Pulogadung-Grogol, atau lainnya yang juga melewati jalur koridor 1, armada berjumlah kurang lebih berjumlah 100 unit.
Penambahan armada Transjakarta koridor 1, kata Budi, akan dilakukan secara situasional, tergantung jumlah penumpukan penumpang saat uji coba pelarangan nanti.


"Hanya dari pandangan kami, saat pagi hari, mungkin akan ditambah. Jumlahnya berapa, akan kami pelajari karena masih tiga minggu lagi," ujarnya.

Meski demikian, Budi mengaku keterlambatan kedatangan Transjakarta di halte-halte tertentu, terutama di jam sibuk, belum bisa terhindari. Sebab, Transjakarta terkadang harus melewati tempat yang mixed-traffic, yakni jalur yang dilintasi oleh kendaraan reguler.

Budi mengatakan, jumlah penumpang Transjakarta di jam-jam sibuk tercatat mencapai 450 ribu orang.

"Mungkin agak sulit kita buat tepat waktu. Koridor 1 itu paling sering melintas bis karena paling sering rutenya dilewati," kata Budi.