Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan perluasan akses pendidikan yang merata dan berkualitas kepada setiap anak Indonesia, khususnya kepada anak yang berasal dari keluarga miskin, dan rentan miskin, serta yatim dan piatu melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
“Dalam Kartu Indonesia Pintar ini sudah ada dananya. Gunakan sebaik-baiknya untuk keperluan sekolah,” demikian pesan disampaikan Presiden RI Joko Widodo kepada 1.211 siswa penerima PIP yang pemberian bantuannya dipusatkan di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Kamis (31/08/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Tak Mau Ada Anak Putus Sekolah |
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperkuat pesan yang disampaikan Presiden. PIP meringankan beban orang tua dalam menjaga anaknya tetap bersekolah. Dana manfaat PIP dapat digunakan untuk membeli keperluan-keperluan pendidikan.
Untuk para siswa di Sekolah Dasar (SD)yang belum bisa mengambil uangnya sendiri di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) memerlukan bantuan pendampingan. "Para orang tua dan guru diharapkan dapat mendampingi siswa tersebut", pesan Muhadjir.
KIP diberikan Presiden kepada 7.230 siswa jenjang SD, 3.552 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 600 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1.907 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan KIP untuk warga belajar pendidikan kesetaraan paket A diberikan kepada 38 orang, paket B sebanyak 346 warga belajar, dan paket C diberikan kepada 174 warga belajar.
(eks)