Pemerintah Salurkan Ribuan KIP di Sukabumi

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 01/09/2017 04:27 WIB
Pemerintah Salurkan Ribuan KIP di Sukabumi Pemerintah bagikan Kartar Indonesia Pintar bagi siswa di daerah (dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun ini Kemendikbud memberikan bantuan pendidikan PIP kepada 13.847 siswa di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan perluasan akses pendidikan yang merata dan berkualitas kepada setiap anak Indonesia, khususnya kepada anak yang berasal dari keluarga miskin, dan rentan miskin, serta yatim dan piatu melalui Program Indonesia Pintar (PIP). 

“Dalam Kartu Indonesia Pintar ini sudah ada dananya. Gunakan sebaik-baiknya untuk keperluan sekolah,” demikian pesan disampaikan Presiden RI Joko Widodo kepada 1.211 siswa penerima PIP yang pemberian bantuannya dipusatkan di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Kamis (31/08/2017).


Dengan adanya PIP, kata Presiden, para siswa diharapkan dapat belajar dengan baik, dan tidak memikirkan biaya pendukung pendidikan. “Kita ingin anak-anak semua belajar yang baik. Tugas murid adalah belajar, oleh sebab itu belajarlah yang baik, dan jangan lupa juga berdoa dan berolah raga. Dengan KIP ini bisa beli peralatan sekolah,” pesan Presiden. 


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperkuat pesan yang disampaikan Presiden. PIP meringankan beban orang tua dalam menjaga anaknya tetap bersekolah. Dana manfaat PIP dapat digunakan untuk membeli keperluan-keperluan pendidikan.

"Sekarang anak-anak memegang KIP dalam bentuk ATM yang dapat memudahkan siswa dalam mencairkan dana manfaatnya,” tutur Mendikbud.


Untuk para siswa di Sekolah Dasar (SD)yang belum bisa mengambil uangnya sendiri di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) memerlukan bantuan pendampingan. "Para orang tua dan guru diharapkan dapat mendampingi siswa tersebut", pesan Muhadjir.

KIP diberikan Presiden kepada 7.230 siswa jenjang SD, 3.552 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 600 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1.907 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan KIP untuk warga belajar pendidikan kesetaraan paket A diberikan kepada 38 orang, paket B sebanyak 346 warga belajar, dan paket C diberikan kepada 174 warga belajar.


(eks/eks)


ARTIKEL TERKAIT