Jokowi Tak Mau Ada Anak Putus Sekolah

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 09:46 WIB
Jokowi Tak Mau Ada Anak Putus Sekolah Presiden Joko Widodo tak menghenaki anak Indonesia putus sekolah. (Dok. Biro Setpres)
Purwokerto, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menghendaki tak ada lagi anak Indonesia putus sekolah. Jokowi menekankan, seluruh anak Indonesia harus bersekolah setidaknya hingga tingkat Sekolah Menengah Atas.

"Pemerintah ingin semua anak bersekolah baik, yang putus sekolah bisa lanjutkan lewat Paket A, B, dan C," ujar Jokowi di Purwokerto, Jumat (16/6).

Keinginan itu mendasari pemerintah membagikan Kartu Indonesia Pintar ke seluruh daerah Indonesia. Dana yang diberikan untuk SD sebesar Rp450 ribu per bulan, SMP Rp750 ribu, dan SMA/SMK Rp1 juta.
Pada kesempatan kunjungan kerja di Purwokerto kali ini, Jokowi membagikan KIP kepada perwakilan 3.317 siswa penerima kartu, dari siswa SD-SMA hingga pengambil paket B dan C.

Jokowi menegaskan, uang dalam KIP hanya digunakan untuk membiayai keperluan sekolah seperti tas, buku, sepatu, dan seragam. Menurutnya, jumlah itu cukup apabila tak digunakan untuk membeli keperluan lain.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini membuat perjanjian dengan anak-anak, KIP akan dicabut apabila dipakai membeli hal-hal lain seperti pulsa.

"Jadi tahun depan kalau ada anggaran pemerintah berlebih, akan ditambah," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga membagikan tiga sepeda kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan seputar keberagaman Indonesia.

Sebelum melanjutkan kunjungan kerjanya, ia berpesan agar para pelajar bisa lebih giat belajar mempersiapkan diri menyambut era kompetisi global mendatang.

"Persiapkan diri. Jangan lupa juga ibadah dan olah raga agar tubuh sehat," ujar mantan Wali Kota Solo.