"Tapi itu enggak sampai ke masyarakat. Belum nyambung. Jangan sampai dipikir [penurunan bunga KUR] itu [program] bank biasa. Itu program kita," kata Jokowi di hadapan seribuan relawan dalam Rakernas III Pro Jokowi (PROJO) di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu, Jokowi pun meminta PROJO turut membantu pemerintah menyampaikan hasil kerja kepada masyarakat di daerah. Salah satunya program penyaluran 19 juta Kartu Indonesia Pintar dan 92 juta Kartu Indonesia Sehat.
‘Kalau Tidak Tegas Nanti Kita Diremehkan’
Di hadapan relawan PROJO itu, Jokowi pun mengtakan ketegasan diperlukan untuk menghadapi permasalah dan dinamika yang kerap terjadi di Indonesia. Ketegasan dinilai perlu terutama menghadapi oknum atau pemecah belah bangsa, seperti Saracen.
Saracen merupakan sindikat penyebar fitnah dan ujaran kebencian di media sosial yang saat ini tengah diproses kepolisian. Jokowi bahkan menginstruksikan polisi menyidik hingga oknum yang memesan jasa itu.
"Sekarang kalau tidak tegas, diremehkan kita nanti. Benar tidak?" ujar Jokowi kepada relawan di Kelapa Gading, Senin (4/9).
Ketegasan dinilai tak hanya berlaku kepada sindikat di media sosial. Sikap tegas juga harus diterapkan kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) anti-Pancasila dan yang tidak mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, apabila fakta hukum sudah jelas, kepolisian tak perlu ragu menangkap dan menindak pelaku.
"Memang banyak. Itu yang harus diluruskan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Ia pun meminta relawan terutama anggota PROJO tak ikut atau terpancing pemecah belah bangsa seperti Saracen atau ormas anti-Pancasila.
"Jangan ada yang coba-coba memecah belah, mengadu domba. Yang Saracen-saracenan itu harus dilawan kayak begitu," Jokowi menegaskan.