Survey yang dilakukan pada 23-30 Agustus lalu ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat pada pemerintah Jokowi-JK terus meningkat setiap tahun. Pada 2015 tercatat 50,6 persen masyarakat merasa puas, sementara angka kepuasan naik di 2016 dengan persentase 66,5 persen.
"Memang pembangunan fisik melalui infrastuktur terlihat oleh masyarakat dan diapresiasi. Itu terlihat bagaimana masyarakat mengapresiasi, 70 persen lebih menyatakan puas dengan pembangunan," kata Direktur Eksekutif CSIS, Phillips J. Vermonte, di kantornya, Jakarta, Selasa (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, didapat 31,5 persen masyarakat yang menjadi responden merasa tidak puas dengan pemerintahan hasil Pemilu 2014 itu.
"Walau dari sisi ekonomi masyarakat melihat dari dua hal yaitu keadaan ekonomi keluarga dan nasional. Relatif pandangan dari keadaan ekonomi keluarga tidak mengalami perubahan," tuturnya.
Peneliti CSIS menyebut pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Jokowi-JK diapresiasi oleh masyarakat. (Dok. Hutama Karya) |
Hal itu berbanding terbalik dengan tanggapan responden terhadap kondisi perekonomian nasional.
Tercatat 41,7 persen masyarakat melihat ekonomi Indonesia lebih baik dibanding lima tahun silam. Hanya 35,9 persen responden yang merasa tak ada perubahan, dan 22,1 persen memandang ekonomi memburuk.
Survei CSIS dilakukan di 34 Provinsi dan sampel ditentukan dengan metode multi-stage random sampling.
Margin of Error survei yang mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi-JK adalah 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Peneliti CSIS menyebut pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Jokowi-JK diapresiasi oleh masyarakat. (Dok. Hutama Karya)