Kabar penangkapan Indra ini jelas mengejutkan, terutama di internal Golkar. Nurul Arifin, kolega Indra di partai berlambang pohon beringin itu sampai mengucap kalimat 'astagfirullah' saat mendengar kabar ditangkapnya Indra.
Indra kalah di ajang tersebut. Berpasangan dengan Jose Rizal, dia hanya mendapat 4.646 suara atau 11,25 persen, terpaut jauh dari pasangan Mukhlis Rahman-Genius Umar yang memenangkan Pilkada Pariaman dengan perolehan 15.012 suara atau 36,35 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra JP memang bukan politikus karbitan. Sebelum menjadi politikus dia terlebih dulu malang melintang di dunia pergerakan atau aktivisme.
Kader HMI
Aktivisme Indra membawanya bergabung ke Partai Amanat Nasional yang didirikan oleh tokoh reformasi Amien Rais.
Lepas dari PAN, Indra pernah berkarier di dunia penelitian dengan menjadi peneliti di salah satu lembaga kajian bergengsi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia.
Selanjutnya, Indra bergabung dengan Golkar pada 2008. Langkah itu sempat menjadi sorotan lantaran Partai Golkar dicap bagian dari peninggalan Orde Baru.
Baru-baru ini, bersama Ahmad Doli Kurnia dan kader muda Golkar lain, Indra termasuk barisan yang sengit mendorong Setya Novanto meletakkan jabatannya sebagai ketua umum.
Sikap kritis itu membuat hubungan Indra dengan beberapa elit Golkar diisukan merenggang.