Yorrys Raweyai: Golkar Tak Beri Toleransi ke Indra Piliang

Joko Panji Sasongko , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 11:36 WIB
Yorrys Raweyai: Golkar Tak Beri Toleransi ke Indra Piliang Golkar tidak akan memberikan toleransi kepada kadernya yang terlibat narkotika. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai mengaku geram dengan tertangkapnya politikus Golkar Indra Jaya Piliang karena kasus narkotika.

Yorrys mengatakan, Golkar tidak akan memberi toleransi kepada kadernya yang terbukti mengkonsumsi narkotika.

"Kalau soal itu kita satu, tidak ada toleransi soal korupsi dan narkotika,” ujar Yorrys saat dihubungi, Kamis (14/9).
Mantan anggota Komisi I DPR ini menegaskan, narkotika merupakan suatu hal yang dapat merusak generasi bangsa. Oleh karena itu, ia menilai, tertangkapnya Indra menjadi hal yang harus disikapi dengan serius.

"Jadi kalau saya pokoknya tidak boleh ada. Narkotika ini masalah bangsa,” ujarnya.

Sementara, anggota Komisi I Fraksi Golkar Meutya Hafid mengaku terkejut dan menyayangkan Indra tertangkap polisi karena mengkonsumsi narkotika.

Menurutnya, Indra dikenal sebagai sosok politikus muda Golkar yang kritis dalam memberi masukan kepada pemerintah.

"Sangat disayangkan beliau harus kena kasus narkoba. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk Indra," ujar Meutya di Gedung DPR, Jakarta.

Di sisi lain, Meutya menyebut, Indra merupakan kader yang sudah lama tidak aktif dalam kegiatan di Golkar. Indra, kata dia, juga sudah tidak menjabat di posisi penting di DPD atau DPP Golkar.

"Kalau kader Golkar banyak sekali tercatat sebagai kader. Tapi di pengurusan ini sudah tidak aktif memang sudah tidak mengikuti rapat-rapat Golkar," ujarnya.

Polisi menangkap Indra dan dua rekannya karena mengonsumsi narkotika, di Room Opal Diamond Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (13/9) malam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. "Ya, ada," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Berdasarkan hasil tes urine, ketiganya positif menggunakan narkotika jenis sabu. Kepolisian juga mengamankan alat bukti berupa satu set bong dan cangkong bekas pakai, satu plastik bekas pakai dan satu korek gas.


BACA JUGA