Fakhri menceritakan Arya merupakan keturunan bangsawan setempat. Kata OK yang terdapat di depan namanya kependekan dari 'Orang Kaya'.
"Itu nama bangsawan, kata OK itu orang kaya," kata Fakhri yang kini tinggal di Jakarta, Jumat (15/9), kepada CNNIndonesia.com.
Pasalnya, menurut dia, sebagian masyarakat telah mengendus praktik kecurangan sejak lama, terutama ketika OK Arya mengikuti Pilkada Batubara 2013 lalu. OK Arya saat itu berstatus sebagai petahana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OK Arya terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Rabu (13/9), di rumah dinas bupati, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Dia diduga menerima suap Rp4,4 miliar terkait tiga proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.
Kemudian, dalam proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar, Arya mendapat fee sebesar Rp400 juta dari kontraktor Syaiful Azhar.
Mereka yakni Maringan, Syaiful, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Helman Hendardi serta pemilik deler mobil Sujendi Tarsono alias Ayen.