Alumni 212 Tak akan Turun ke Jalan untuk Bela Asma Dewi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 16/09/2017 18:25 WIB
Alumni 212 Tak akan Turun ke Jalan untuk Bela Asma Dewi Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif mengatakan pihaknya lebih mendukung langkah hukum yang diambil Asma Dewi terkait dengan kasusnya. (Screenshoot via Facebook/@Asma Dewi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif mengatakan pihaknya tak akan menggelar aksi turun ke jalan sebagai upaya membela Asma Dewi yang kini sudah ditangkap oleh polisi.

Dia menuturkan pihaknya akan mendukung  jalur hukum yang ditempuh Asma Dewi.

"Enggak (bakal aksi) kami lah. Jalur hukum aja," kata Slamet kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/9).


Dia juga mengatakan dirinya tidak terlalu mengenal Asma Dewi karena saat itu lebih aktif pada masa Ansufri Sambo. Sambo adalah Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, sedangkan Asma menjadi sekretarisnya.
"Itu aja sih dari kami, karena juga tidak terlalu kenal dengan beliau. Beliau lebih aktif masanya dengan Ustad Sambo ya. Jadi saya sendiri kenal setelah saya diangkat jadi ketua Presidium 212 yang baru," ujarnya.

Walaupun demikian, Slamet menuturkan pihaknya menyesalkan langkah dari kepolisian yang melakukan penangkapan Asma.

Dia mengungkapkan aparat penegak hukum gegabah sudah menangkap asma, lantaran dianggap menyebarkan ujaran kebencian.

"Polisi terlalu gegabah, jadi hanya urusan mengingatkan, masyarakat dianggap ujaran kebencian. Oleh karenanya kami sangat menyayangkan sikap kepolisian," kata dia.
Asma Dewi ditangkap Bareskrim Polri, pada Jumat (8/10). Penangkapan dilakukan di kediamannya di Jalan A, Komplek Polri, Ampera Raya, Jakarta Selatan sekia pukul 10.00 WIB.

Dia diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian, penghinaan berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) berdasarkan sejumlah unggahan di akun Facebook miliknya.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa Asma memiliki hubungan dengan kelompok Saracen. Polisi juga memiliki bukti bahwa Asma masuk ke dalam struktur pengrus Saracen

Kini, melalui kuasa hukumnya, Juju Purwantoro, Asma Dewi tengah mengajukan praperadilan. Menurut Juju, penangkapan dan penahanan Asma Dewi tidak sesuai aturan. (asa)