"Titiknya berlokasi di Rawapanjang Kecamatan Bekasi Timur dan di Jalan Cipendawa Kecamatan Rawalumbu," kata Kepada Dinas PUPR Kota Bekasi Tri Adhiyanto di Bekasi, Minggu (17/9) seperti dikutip dari Antara.
Jembatan Layang Rawapanjang rencananya akan membentang mulai dari Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan dan melintasi Jalan Raya Siliwangi menuju Bantargebang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri menerangkan dua sarana infrastruktur jalan itu telah disepakati bersama pihaknya dengan pemprov DKI Jakarta saat dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama untuk digarap pada 2017.
Adapun untuk pengerjaan proyek tersebut, Tri mengatakan pada tahap awal Pemkot Bekasi telah menganggarkan dana Rp200 miliar.
"Proyek ini akan didanai oleh Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta. Saat ini kami baru mengalokasikan Rp200 miliar, sisanya masih menunggu bantuan dari DKI," katanya.
Sehari sebelumnya, Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat menyatakan pemkot satelit Jakarta tersebut tak memiliki dana talangan untuk kembali membantu Pemerintah DKI Jakarta memenuhi kompensasi bau TPST Bantargebang periode Juni-Oktober 2017 senilai Rp64 miliar.
"Alasannya, ya karena tidak ada uangnya. APBD Kota Bekasi 2017 kan defisit," kata Dadang Hidayat di Bekasi, Sabtu (16/9).
Adapun dana kompensasi bau itu diperuntukkan bagi sekitar 18.000 kepala keluarga di tiga Kelurahan Sumurbatu, Ciketing Udik dan Cikiwul. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan uang sebesar Rp200.000.
"Kami pun sebelumnya berinisiatif untuk menalangi dana tersebut agar warga sekitar TPST Banatargebang tidak kecewa. Untuk menalangi kompensasi pada Januari-Mei 2017 kemarin, sebesar Rp26 miliar," katanya.
Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi masih menanti dana kompensasi TPST Bantargebang dari Pemprov DKI sebesar Rp318 miliar. Dadang mengatakan, dari dana tersebut sekitar Rp70 miliar akan dibagikan pada sekitar 18.000 kepala keluarga yang berhak, sedangkan sisanya akan dialokasikan pada pembangunan fisik yang menunjang jalur lintas truk sampah DKI Jakarta. Program tersebut, kata Dadang, sudah diserahkan dokumen perencanaanya kepada DKI pada Mei 2017.