Anggota Presidium 313, Rahmat Himran dan Kivlan Zen disebut Isnur sebagai dalang di balik penyerangan tersebut.
"Kami tulis dua nama, pertama itu Kivlan Zen dan yang kedua adalah Rahmat Himran yang merupakan anggota Presidium 313," kata Isnur si Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (18/9).
Lihat juga:Polisi Usut Dalang Kericuhan di LBH Jakarta |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan dicek handphone atau media sosial mereka. Pasti masih ada, itu saya yakin benar masih ada," kata Isnur.
Pada Desember 2016, Kivlan ditangkap polisi atas dugaan makar.
Sosoknya memang dikenal lantang menolak setiap kegiatan berbau komunisme atau pengungkapan sejarah peristiwa 1965.
Pada Mei 2016, Kivlan Zen bahkan sempat menyatakan siap berperang melawan apa yang dia sebut sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI) Gaya Baru.
Ia juga pernah menuding politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Budiman Sudjatmiko mendukung PKI.
Terkait keterlibatan FPI dan kedua nama yang disebutkan tadi, anggota Komunitas Gusdurian, Savic Ali pun membenarkan.
Dia menyebut dalam penyerangan semalam banyak sekali anggota FPI yang melakukan propaganda.
"Bukan menyalahkan satu golongan tapi memang itu kenyataan di lapangan," kata Savic.
Sementara Kivlan membantah jadi dalang pengerahan massa di LBH tadi malam. Namun ia menduga, massa terinspirasi oleh gerakan antikomunis dan anti-PKI yang selama ini dikampanyekannya.
"Bukan saya yang mengerahkan, tapi kalau (massa) terinspirasi oleh pemikiran saya, tidak ada salahnya," kata Kivlan kepada CNNIndonesia.com.
Ia menyebut, kegiatan yang mendukung komunisme adalah pelanggaran hukum karena tak sesuai dengan Ketetapan MPR nomor 25.