"Terus terang, jangan diadakan dulu. Tolong dong disetop dulu. Kalau ada (pemutaran) film, seminar begitu, ada kegaduhan di sana," ujarnya, di kantor Wantimpres, Jakarta, Senin (18/9).
Pernyataan bekas ajudan Presiden RI Soekarno (1967–1968) ini disampaikan terkait bentrok di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Minggu (17/9) malam, dan rencana pemutaran film G30S/PKI oleh TNI AD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu ada kesabaran konstitusional. Begitu ada kegaduhan di sana-sini, itu tidak menunjang (stabilitas negara)," imbuh Sidarto, yang merupakan mantan Ketua MPR itu.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir 21.00 WIB. Usai acara, peserta tak bisa pulang karena kepungan massa. Massa menolak kegiatan yang di kantor tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ideologi komunis. Massa yang mengepung kantor YLBHI mencapai ratusan orang.