Keyakinan itu, kata Said, dikarenakan KSPI kerap melakukan kerja sama terkait masalah ketenagakerjaan dan buruh dengan YLBHI maupun LBH Jakarta.
"Kami percaya YLBHI maupun LBH Jakarta bukan tempat untuk menghidupkan kembali paham-paham komunis di Indonesia," kata Said di Kantor KSPI, Jakarta Timur, Senin (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok massa dari kemarin malam sampai pagi dini hari sehingga mengakibatkan kerusakan kantor YLBHI dan LBH Jakarta," ujarnya.
Kericuhan terjadi di depan Gedung LBH Jakarta lantaran diadakannya kegiatan apresiasi seni LBH. Malam sebelumnya beredar undangan gelaran 'Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi'. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir 21.00 WIB.
Usai acara, peserta tak bisa pulang karena kepungan massa. Massa menolak kegiatan yang di gedung tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ideologi komunisme. Massa yang mengepung kantor LBH mencapai ratusan orang sebelum akhirnya melakukan perusakan.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan, pemeriksaan tersebut terkait perusakan fasilitas umum (fasum) dan kendaraan pihak kepolisian saat aksi.
"Kami lakukan pemeriksaan nanti, apa saja perannya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/9).