"Kalau kita masih belum bisa menemukan konteks dan fakta baru terkait peristiwa '65 itu, untuk apa membuat film versi baru tentang G30S," kata Erasmus saat ditemui di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/8).
Erasmus mengingatkan, Presiden Jokowi punya janji menyelesaikan perkara pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu. Karena itu Jokowi diminta lebih dulu menyelesaikan penelusuran fakta Tragedi 1965 terlebih dahulu sebelum ada film G30S dengan versi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas enggak setuju. Itu (film G30S/PKI) propaganda dan hasil rezim yang diduga pada saat itu terlibat dalam kekerasan 1965," kata Erasmus.
“Akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru, agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial,” kata Presiden Jokowi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9), dilansir dari laman resmi Sekretariat Negara.