PAN Akan Gelar Nonton Bareng Film G-30S/PKI

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 14:45 WIB
PAN Akan Gelar Nonton Bareng Film G-30S/PKI PAN akan menggelar nobar film G-30S/PKI bersama seluruh anggotanya yang duduk di legislatif. Nobar itu sebagai bagian peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan akan memutar film Penumpasan Pengkhianatan G-30S/PKI sebagai bagian peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017. Pemutaran film itu akan dilakukan dalam rapat seluruh anggota legislatif PAN di Hotel Mercure, Jakarta pada Kamis (21/9) nanti.

Demikian disampaikan Ketua DPP PAN Yandri Suasanto. "Kami akan melakukan nonton bareng film G-30S/PKI," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/9).

Yandri menjelaskan, saat ini ada sekelompok orang yang tengah mencoba membangkitkan PKI. Mereka diduga menggunakan beragam cara agar PKI kembali tumbuh di Indonesia.
Oleh karena itu, Yandri mengklaim, pemutaran film tersebut merupakan cara PAN untuk menyatukan persepsi para kadernya dalam memandang PKI. Yandri mengatakan, pemutaran film itu juga merupakan bentuk konkret PAN sebagai partai berazaskan Pancasila yang menentang keberadaan PKI.


"Sekelompok orang yang hendak membangkitkan PKI adalah lawan yang harus ditumpas. Maka film ini salah satu cara kami ikut bertanggungjawab," ujarnya.
Yandri menambahkan, DPP PAN juga telah mengirim surat ke seluruh DPW dan DPD PAN untuk nonton bareng film tersebut secara serentak pada Sabtu (30/9). Ia berharap, pemutaran film itu juga bisa meluruskan pandangan masyarakat di daerah terhadap PKI.

"PAN akan mengawal perjalanan kebangsaan kita ini supaya tidak disusupi oleh pihak yang mencoba mengutak-atik dasar negara, terutama komunisme. Karena ajaran komunisme dilarang," ujar Yandri.
Adapun acara temu legislatif PAN sendiri bakal diikuti oleh 1897 kader PAN yang duduk di DPRD. Ketum Zulkifli Hasan sedianya akan membuka agenda tersebut.

Yandri berkata, agenda internal PAN itu juga digelar untuk menindaklanjuti hasil Rakernas ke-III PAN di Bandung, salah satunya tentang rekomendasi pencapresan Zulkifli.