Wacana pembebasan biaya masuk Ancol diucapkan langsung Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya Ancol harus sama seperti kawasan Monumen Nasional di mana warga bebas masuk.
"Saya setuju masuk Ancol gratis, karena seharusnya itu pantai itu bisa diakses oleh publik. Apalagi Jakarta merupakan salah satu kota pesisir, tapi enggak satupun yang bisa diakses oleh publik secara gratis," kata Nicky Aulia seorang pegawai swasta kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/9).
Lihat juga:DPRD DKI Dukung Wacana Masuk Ancol Gratis |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif tersebut belum termasuk tiket masuk yang harus dibayarkan pengunjung untuk menikmati berbagai wahana yang ada di sana.
"Gratis itu jangan sebentar saja, kalau bisa selamanya untuk warga. Kalau gratis hanya sementara percuma," kata Firman.
Ancol adalah salah satu kawasan wisata andalan di DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Sebelumnya, Kepala Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari menyatakan pihaknya sedang mengajukan jadwal pertemuan dengan Pemprov DKI. Saat ini pihaknya masih menghitung biaya operasional dan biaya renovasi kawasan wisata yang diresmikan pada 1967 itu sebelum memutuskan kebijakan pembebasan biaya masuk.
Djarot sendiri belum memastikan pihaknya bisa bertemu dengan PT Pembangunan Jaya Ancol terkait hal tersebut. Saat ini, aku pria yang akan mengakhiri jabatannya sebagai gubernur bulan depan, bakal berdiskusi dulu dengan beberapa pihak pemerintah terkait wacana tersebut.
"Harus dipastikan tidak ada yang ditabrak. Tapi rencana kami sama, kita ingin berikan akses seluasnya pada warga Jakarta untuk pantai publik," kata pria yang akrab disapa Sandi itu, Selasa (19/9).
Selain itu, jika memang digratiskan, Sandi berharap harus bisa dipastikan pengelola pantai tidak rugi dari sisi bisnis mereka.
Ancol adalah salah satu kawasan wisata andalan di DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)