Ketua MPR Sewot Ada Pihak Sebut Aksi Anti-PKI Ditunggangi

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 16:40 WIB
Ketua MPR Sewot Ada Pihak Sebut Aksi Anti-PKI Ditunggangi Zulkifli Hasan menilai, aksi anti-PKI hanya bentuk spontanitas masyarakat. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku risi dengan pihak yang menganggap aksi anti-PKI ditunggangi oknum politik. Ia menilai, aksi tersebut hanya bentuk spontanitas masyarakat yang mencoba mengantisipasi penyelewengan sejarah dalam peristiwa Gerakan 30 September.

"Jangan sedikit-sedikit menunggangi dong. Saya kira ini ada bulannya, bulan September," ujar Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/9).

Ketua Umum PAN ini juga menyatakan kecewa dengan pihak yang memunculkan isu komunisme dan PKI jelang akhir bulan September atau bertepatan dengan peristiwa Gerakan 30 September. Menurutnya, isu itu adalah sebuah kemunduran di tengah perkembangan global.
"Orang sudah sampai ke bulan, orang sudah sampai kemana-mana, kita masih kejadian lagi-kejadian lagi, kapan majunya," katanya.


Zulkifli menuturkan, semua pihak seharusnya berpikir jernih dalam melihat peristiwa G-30 S/PKI. Ia bekata, momen kala itu seharusnya dijadikan pelajaran untuk memperkuat kesatuan bangsa.

Ia menyatakan tidak mempermasalahkan kelompok yang berusaha mendiskusikan kembali peristiwa tersebut. Hal itu dianggap sebagai cara memperingati sejarah agar tidak termakan zaman.

Sementara itu, berkaitan dengan pembuatan film G-30 S/PKI versi baru, Zulkifli mendukung usulan itu. Ia meyakini, media film dapat menambah kepedulian kalangan muda dalam memahami sejarah Indonesia.
"Kalau mau bikin film baru sesuai dengan perkembangan zaman kan bagus. Kemarin saya ke kampus, anak muda itu tidak tahu lho sejarah Indonesia merdeka. Dia taunya mereka belajar, kita pintar, cari uang," ujar Zulkifli.

Sebelumnya, Jokowi berpendapat perlu ada film mengenai peristiwa G-30 S/PKI dengan versi terbaru saat ini. Tujuannya agar generasi milenial dapat memahami sejarah kelam bangsanya.

Sementara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo lebih dahulu menginstruksikan jajarannya untuk menggelar acara nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G-30 S/PKI. Film karya Arifin C Noor itu selalu diputar setiap tahun selama Orde Baru.