Mengenal Tingkatan Status Gunung Api di Indonesia

CNN Indonesia | CNN Indonesia
Minggu, 24 Sep 2017 05:57 WIB
Indonesia memiliki empat tingkatan status aktivitas gunung api. Di Rusia, tingkatan status gunung api ditandai dengan warna hijau, kuning, oranye, dan merah. Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meningkat statusnya menjadi Awas Level IV. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap negara memiliki sistem atau status peringatan yang berbeda-beda dalam menganalisa akvitas vulkanik gunung api. Rusia menggunakan sistem peringatan berupa warna, sementara Indonesia menggunakan sistem peringatan dari aktif normal hingga awas seperti status Gunung Agung di Bali saat ini.

Pada Jumat (22/9), pukul 20.30 WITA, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah meningkatkan status Gunung Agung dari Siaga level III menjadi Awas level IV.

Peringkatan status itu diikuti dengan perluasan sektoral Zona Perkiraan Bahaya, yakni ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara, Selatan, dan Barat Daya sejauh 12 KM. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di dalam radius tersebut.
Status Awas merupakan status paling berbahaya dalam sistem peringatan aktivitas vulkanik gunung api di Indonesia. Total ada empat tingkatan status yang masing-masing menandakan kondisi dan aktivitas vulkanik sebuah gunung api.

Berikut empat status peringatan tersebut seperti dilansir dari volcanolive.com, Minggu (24/9).

1. Aktif Normal
Status aktif normal artinya pada gunung api yang diamati tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini menunjukan tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu.

2. Waspada
Status Waspada menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.
3. Siaga
Pada status Siaga ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.

4. Awas
Status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam.

Sistem Peringatan di Rusia

Di Rusia dan Alaska, sistem peringatan aktivitas vulkanik gunung api menggunakan warna yang terdiri dari warna hijau, kuning, oranye, dan merah.

Warna Hijau menunjukan tidak ada aktivitas vulkanik pada gunung api yang diamati. Kemudian warna Kuning menunjukan tanda-tanda kegiatan vulkanik gunung api.
Setelah itu level Oranye menunjukkan kegiatan yang meningkat dan berpotensi terjadinya letusan dengan rentang waktu yang tidak pasti.

Level tertinggi yaitu Merah, menunjukkan bahwa waktu letusan sudah mendekat dengan emisi abu vulkanik yang signifikan.

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER