"Sampai saat ini pukul 14.00 WIB, berdasarkan keterangan di lapangan, tidak satupun ditemukan adanya Vulcanic Ash (Abu Vulkanis), karena itu yang membahayakan penerbangan," kata Dirjen Kemenhub Agus Santoso dalam konfrensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (23/9).
"Saat ini, yang terjadi masih tremor dan kegempaan, masih taraf kegempaan. Sekali lagi belum terpantau abu vulkanik."
Agus menegaskan, selama belum ada abu vulkanis maka penerbangan masih dalam status normal, termasuk untuk wisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bali juga sering menjadi opsi utama ketika diadakan acara-acara level internasional, seperti pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia pada 2018 nanti.
Agus menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Pengawasan Abu Vulkanis di Darwin Australia untuk mendeteksi arah dan sebaran abu.
"Kalau sudah menebar di udara, kami akan menyetop penerbangan. Kalau abu vulkanis muncul, walaupun masih terlihat cerah tetap akan dihentikan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]